DOWNLOAD APP PELITARIAU.COM
  

HOT TOPIC

Kemajuan Kabupaten Pelalawan

HUT Kabupaten Pelalawan ke 16, Melihat 7 Program Unggulan Pembangunan Untuk Rakyat

Editor :Andri Winata Selasa,20 Oktober 2015 | 04:44:00 WIB
HUT Kabupaten Pelalawan ke 16, Melihat 7 Program Unggulan Pembangunan Untuk Rakyat Ket Foto : Logo Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau

Sudah 16 umur Kabupaten Pelalawan setelah terpisah dari Kabupaten Induk yaitu Kabupaten Kampar. Berbagai kemajuan sudah banyak terlihat 16 tahun terakhir. Pangkalan kerinci yang kini menjadi ibukota Kabupaten Pelalawan dahulunya hanyalah sebuah desa bagian dari Kecamatan Langgam.

Tanggal 12 Oktober 1999, lahirlah Kabupaten Pelalawan melalui Undang-Undang Nomor 53 tahun 1999 tentang pembentukan Kabupaten Pelalawan beserta delapan (8) kabupaten dan kota lainnya. banyak warga dalam bidang kemajuan daerah yang sudah terjadi di bawah kepemimpiunan kepala daerah, capaian pembangunan Kabupaten Pelalawan sampai kepemimpinan Bupati Pelalawan HM Harris dengan Wakilnya dari birokrat yakni Drs H Marwan Ibrahim sangat memuaskan.

Meski baru berjalan empat tahun masa kepemimpinan HM Harris-Marwan, telah ada sejumlah karya nyata disertai dengan terobosan dan inovasi yang dihasilkan oleh kedua pemimpin yang berbeda latar belakang ini. HM Harris, yang perjalanan hidup sebelumnya banyak bergelut sebagai pengusaha kemudian beralih ke dunia politik dengan sempat menjabat menjadi Ketua DPRD Pelalawan dua periode sementara Drs H Marwan dengan background-nya sebagai birokrat dan pernah menjabat sebagai Sekda Pelalawan, mampu bersatu padu dalam memberikan sebuah karya nyata bagi masyarakat Kabupaten Pelalawan di usianya yang ke 16 ini.

Bahkan tak tanggung-tanggung, kini sudah ada tujuh (7) program prioritas pembangunan daerah untuk meningkatkan kesejahtraan rakyat, diantaranya Pelalawan Sehat, Pelalawan Cerdas, Pelalawan Terang, Program Percepatan Pembangunan Infrastruktur Desa/Kelurahan, Program Peningkatan Ketahanan Pangan dan Perkebunan, Pengembangan Obyek Wisata Bono dan Program Pembangunan Kawasan Teknopolitan Pelalawan, yang menjadi target serta capaian yang ingin diwujudkan oleh kedua pemimpin yang akan menjabat sampai tahun 2016 ini.

"Kalau belum tercapai dalam masa kepemimpinan kami pun, minimal kami telah meletakkan pijakan dasarnya sehingga pemimpin berikutnya hanya tinggal melanjutkan saja. Apalagi masa-masa yang "susah" sudah dilewati, jadi hanya tinggal melanjutkan saja," terang Bupati Pelalawan HM Harris kemarin.

Kabupaten Pelalawan menjadi yang terbaik di Riau, adalah harapan serta targetnya yang ingin diwujudkan di dalam masa kepemimpinannya. Peluang dan kendala serta permasalahan yang dihadapi tetap ada. namun, itu merupakan bentuk tantangan bagi dirinya dalam membawa Kabupaten Pelalawan sejajar bahkan terdepan diantara daerah otonom lainnya di negeri ini.

Berpijak pada visi yang digariskan para inisiator dan pendiri Kabupaten Pelalawan yaitu "Terwujudnya Kabupaten Pelalawan yang Maju dan Sejahtera, melalui Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan yang didukung oleh Pertanian yang Unggul dan Industri yang Tangguh dalam Masyarakat yang Beradat, Beriman, Bertaqwa dan Berbudaya Melayu Tahun 2030".

Pemkab Pelalawan terus memperkuat upaya-upaya pembangunan yang disesuaikan dengan kondisi dan tantangan saat ini dan tantangan globalisasi yang sudah berada di depan mata. "Dengan target-target yang telah dicapai saat ini, memang kondisi Kabupaten Pelalawan sekarang sudah berbeda jauh dari kondisi 16 tahun sebelumnya," jelas Harris.

Pelayanan umum kepada masyarakat diakui memang sudah semakin membaik, indikator-indikator keberhasilan pembangunan ekonomi semakin meningkat, jumlah unit infrastruktur yang dibangun semakin banyak. Hal ini bentuk realisasi program pembangunan yang dilakukan pemerintahan daerah pada dua periode sebelumnya dan begitu juga dampak dari pelaksanaan pembangunan yang dikoordinasi oleh pemerintahan daerah saat ini.

Menurutnya, pertambahan investasi yang cukup besar di Kabupaten Pelalawan ini tentu tidak lepas dari upaya-upaya Pemerintah dalam mempromosikan potensi daerah, serta upaya semua pihak dalam melindungi investasi yang sudah ada. Dan yang lebih penting lagi adalah bahwa semua lapisan masyarakat berhasil menjaga suasana yang kondusif bagi berkembangnya investasi di daerah ini. Tentu pertumbuhan ekonomi dan peningkatan investasi yang besar serta kondusifnya daerah ini secara otomatis mengundang para pendatang masuk ke Kabupaten Pelalawan dengan rata-rata 5 persen dari jumlah penduduk per tahun.

Dan saat ini, dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat, meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia, Mengoptimalkan Pemanfaatan Sumberdaya Ekonomi, serta Meningkatkan Daya Saing Daerah menuju Peningkatan Daya Saing Nasional, ditetapkan 7 Prioritas Pembangunan Daerah.

Bupati Harris menyorong gerobak adonan semen untuk pembangunan semenisasi jalan pada program PPIDK.

1. Pelalawan Sehat

Program  Pelalawan Sehat dicanangkan sejak tahun 2010, Tujuannya untuk menciptakan kondisi masyarakat sehat di daerah Kabupaten Pelalawan, dimulai dari sehat lingkungan dan kemudian mewujudkan sehat individual penduduk. Gerakan Pelalawan Sehat ini diselenggarakan dengan memperkuat prakarsa masyarakat dan menghidupkan kembali budaya gotong royong dalam membersihkan lingkungan pemukiman.

Meskipun belum berhasil sepenuhnya membangkitkan inisiatif masyarakat secara menyeluruh, tetapi program gotong royong di setiap Kecamatan yang diprakarsai Pemerintah Daerah ini telah memberikan dampak positif bagi penyadaran pentingnya menjaga lingkungan sehat dan menciptakan pola hidup sehat. Pada sisi kesehatan individual, Pemerintah Kabupaten Pelalawan terus meningkatkan kualitas dan jangkauan pelayanan kesehatan serta memberikan jaminan kesehatan bagi masyarakat miskin yang memperkuat program kesehatan nasional.

Meskipun sedikit terganggu oleh adanya musibah asap pada dua bulan terakhir, tetapi Program Pelalawan Sehat ini berdampak pada berkurangnya angka kesakitan, berkurangnya endemi penyakit menular, dan meningkatnya umur harapan hidup masyarakat dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Terhadap musibah kabut asap yang terjadi setiap tahun, Pemerintah Kabupaten Pelalawan terus melakukan upaya-upaya pencegahan dan penanggulangan. Pemerintah Daerah mendorong Pihak Kepolisian untuk mengusut tuntas para pelanggar yang memicu kebakaran hutan dan lahan, sehingga dengan demikian kejadian yang merusak citra negara ini dapat ditekan semaksimal mungkin.*

Bupati Pelalawan berphoto bersama usai membuka Acara PHBS serta memberikan Kartu Kesehatan pada Masarakat Sotol Kecamatan Langgam.

2. Pelalawan Cerdas

Program Pelalawan Cerdas yang saat ini tengah digalakkan oleh Pemkab Pelalawan adalah merupakan salah satu upaya Pemerintah Daerah dalam memperkuat penyelenggaraan pendidikan dan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang selama ini dilaksanakan. Program pendidikan ini dilaksanakan secara lebih fokus dan terarah guna menekan angka putus sekolah serta meningkatkan Angka Partisipasi Murni semua jenjang pendidikan. Sehingga dengan begitu, rata-rata Lama Sekolah Penduduk di Kabupaten Pelalawan akan meningkat.

Untuk mengaplikasikan hal ini, maka mulai Tahun Ajaran 2013/2014 Pemerintah Kabupaten Pelalawan menjalankan Program Pendidikan Gratis 12 Tahun atau sampai jenjang SLTA. Dengan pengertian tidak ada lagi pungutan-pungutan di sekolah menyangkut operasional sekolah, penyediaan buku pokok dan LKS, pungutan biaya penerimaan siswa baru, biaya belajar mengajar, biaya ujian, apalagi biaya pembangunan sarana dan prasana sekolah. Bagi siswa miskin bahkan disediakan pakaian dan kelengkapan sekolah lainnya.

Sehingga dengan begitu, tidak ada alasan lagi bagi penduduk usia sekolah 7–18 tahun yang tidak bersekolah di daerah ini. Program pendidikan gratis ini diberlakukan terutama di sekolah negeri. Namun demikian sekolah swasta tetap diberikan subsidi, sesuai kebutuhan dan kecukupan anggaran Pemerintah Daerah. Pelaksanaan pendidikan gratis tentu saja dijalankan dengan tetap mengutamakan mutu pendidikan itu sendiri.

Pemerintah Daerah terus melakukan upaya penyempurnaan perogram pelalawan cerdas, di samping itu terus memperkuat pemahaman pelaku pendidikan sebagai pihak terdepan dalam menjalankan program pelalawan cerdas, alokasi anggaran terus diperbaiki lebih dari 30 persen total APBD untuk bidang pendidikan. Tentu saja alokasi tersebut berdasarkan kebutuhan sekolah bukan berdasarkan keinginan pengelola.


Bupati Pelalawan HM Harris menyerahkan seperangkat sekolah pada siswa tanda dimulainya program pendidikan gratis di Kabupaten Pelalawan.
3. Pelalawan Terang

Program Pelalawan Terang sendiri merupakan upaya Pemerintah Daerah yang memfokuskan peningkatan elektrifikasi rumah tangga. Yang kemudian pada gilirannya akan meningkatkan aktivitas perekonomian dan aktivitas sosial masyarakat, Apalagi selama ini jumlah rumah tangga di Kabupaten Pelalawan yang teraliri listik 24 jam baru mencapai 21,17 persen.

Untuk itu, Pemerintah Daerah menargetkan bahwa sampai dengan Tahun 2016 setidaknya 50 persen rumah tangga di Kabupaten Pelalawan telah menikmati listrik 24 jam. Oleh sebab itu, sejalan dengan program pengembangan listrik oleh PT. PLN, Pemerintah Kabupaten Pelalawan memfasilitasi dibangunnya pembangkit listrik.

Misi Pemerintah Daerah ini kini telah dijalankan dengan baik oleh PT. Langgam Power yang merupakan konsorsium antara BUMD Tuah Sekata dengan PT. Navigate Energy Jakarta. PT. Langgam Power sekarang telah membangun Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG), dengan gas yang dipasok oleh PT. Energi Mega Persada (Kalila). Pada tahap awal PLTMG tersebut dibangun dengan kapasitas 15 MW yang telah dioperasionalkan sejak Bulan Agustus 2013 yang lalu.

Dengan beroperasinya PLTG PT. Langgam Power ini, maka kekurangan daya listrik di Kabupaten Pelalawan umumnya dan Pangkalan Kerinci khususnya telah teratasi. Jika terjadi listrik padam, hal tersebut lebih disebabkan gangguan jaringan. Dan sampai saat ini tingkat elektrifikasi Kabupaten Pelalawan telah mencapai  34,41 persen. Kemudian berdasarkan permintaan PT. PLN, PT. Langgam Power pada akhir tahun ini akan membangun mesin baru berkapasitas 15 MW lagi sebagai tambahan.

4. Pelalawan Percepatan Pembangunan Infrastruktur

Program Pelalawan Percepatan Insfratruktur merupakan, salah satu upaya perkuatan dan perluasan pembangunan sarana dan prasarana perhubungan yang selama ini telah secara rutin dilaksanakan. Perkuatan dan perluasan tersebut menyangkut pembangunan dan peningkatan jalan guna memperlancar arus orang dan arus barang di Kabupaten Pelalawan.

Kemudian, perkuatan dan perluasan pembangunan jaringan jalan ini akan diprogramkan dalam paket pembangunan tahun jamak (multi years) mulai Tahun 2014 yang akan datang. Ruas jalan yang akan dibangun atau ditingkatkan adalah jalan yang menghubungkan antar kecamatan, dan inisiatif awal pembangunan jalan alternatif lintas timur.

Pembangunan jalan dalam paket multi years ini juga dimaksudkan sebagai peningkatan konektivitas Kawasan Perhatian Investasi (KPI) Pelalawan ke KPI-KPI lainnya di Koridor Ekonomi Sumatera. Sejalan dengan Program Pelalawan Lancar ini, Pemerintah Daerah juga melaksanakan Program Percepatan Pembangunan Infrastruktur

Melalaui pembangunan Desa dan Kelurahan atau PPIDK, Selain dimaksudkan untuk mendorong percepatan penyediaan infrastruktur dasar di pedesaan, pola yang dilaksanakan juga ditujukan untuk mendorong penguatan otonomi desa, memperkuat peran masyarakat dalam pembangunan, dan memobilisasi swadaya dan prakarsa masyarakat di pedesaan.

PPIDK bentuk pemberian dana stimulus pembangunan kisaran Rp 400–500 juta per desa dan kelurahan. Penggunaan dana tersebut dimusyawarahkan masyarakat untuk membangun infrastruktur yang sangat dibutuhkan di desa, kemudian dilaksanakan dan diawasi oleh masyarakat desa itu sendiri.

Hasil pantauan sementara saat ini, pelaksanaan program PPIDK benar-benar telah membangkitkan semangat dan membangkitkan swadaya masyarakat dalam membangun desa dengan kualitas dan kuantitas hasil yang cukup menggembirakan. Percepatan pembangunan listrik pedesaan juga didorong dari program PPIDK ini.

5. Peningkatan Ketahanan Pangan dan Perkebunan

Program intensifikasi padi di Kuala Kampar merupakan wujud dari kepedulian Pemerintah Kabupaten Pelalawan dalam menciptakan Ketahanan Pangan secara nasional. Kuala Kampar sebagai lumbung pangan di daerah ini memiliki potensi untuk terus dikembangkan dan ditingkatkan dengan pola tanam dua kali setahun. Dan saat ini, produksi beras kita sudah mencapai 42  ribu ton, dan ditargetkan pada tahun 2016 nanti menjadi 61 ribu ton.

Harus diakui, ini memang bukan pekerjaan mudah dan perlu kesungguhan terutama membangun infrastruktur pendukung seperti pengairan, akses jalan dan dermaga serta balai benih. Tahun 2011 lalu, Pemkab Pelalawan telah berhasil memurnikan varietas padi unggul. Dan ini merupakan langkah awal menciptakan produktivitas tinggi. Dengan langkah-langkah yang diambil saat ini, Pemkab Pelalawan berkeyakinan bahwa target produksi tersebut dapat tercapai, asal para petani ikut mendukung program yang dilaksanakan pemerintah.

Selain komoditas padi, dalam rangka menciptakan ketahanan pangan ini Pemkab Pelalawan juga mendorong produksi ternak dan perikanan. Bantuan peternakan dan perikanan juga cukup besar diberikan ke masyarakat. Demikian juga di sektor perkebunan, Pemkab Pelalawan terus memberikan dukungan sarana produksi berupa bibit dan pupuk terutama komoditas sawit dan karet. Bantuan-bantuan tersebut berdampak pada peningkatan produksi dan peningkatan pendapatan petani, peternak dan pembudidaya ikan, dan pekebun.



6. Pengembangan Objek Wisata Bono

Pengembangan objek wisata di Pelalawan dengan menjadikan bono sebagai ikon utama, di samping objek-objek pendukung lainnya seperti Istana Sayap di Pelalawan, Tugu Equator di Pangkalan Lesung, Pusat Budaya Petalangan di Betung, Taman Nasional Tesso Nilo di Ukui dan lain-lain serta kekayaan budaya dan daya tarik alam, terus dikelola guna memenuhi target menjadi 20 besar objek wisata nasional dan 200 besar dunia.

Saat ini, beberapa dokumen perencanaan telah disiapkan dan aktivitas promosi terus dilancarkan. Soalnya, promosi merupakan upaya utama yang dilakukan saat ini agar bono dikenal lebih luas. Dengan demikian investor dapat melirik kelebihannya dan tertarik untuk berinvestasi. Di samping itu, berdasarkan kemampuan anggaran yang dimiliki Pemerintah Daerah, Pemkab Pelalawan juga secara bertahap melakukan penanganan infrastruktur, menggelar even seni dan budaya guna menambah daya tarik pengunjung, dan tentu saja menciptakan lingkungan yang nyaman dan asri, sehingga daerah ini memang layak menjadi tujuan kunjungan wisatawan.
 
Dan pada Bulan November nanti direncanakan akan diselenggarakan even promosi tingkat nasional dengan menggelar berbagai kegiatan antara lain Tampilan Seni Budaya Kabupaten/Kota se-Provinsi Riau, Lomba Mancing Mania, Lomba Berselancar yang dibagi dalam kategori lokal dan kategori nasional, serta Lomba Fotografi. Rangkaian kegiatan tersebut dikemas dalam satu acara bertajuk “Festival Bekudo Bono”. Upaya promosi dan pengelolaan yang Pemkab kita lakukan saat ini telah mendapat pengakuan dari Pemerintah Pusat dengan diberikannya penghargaan Citra Pesona Award 2013 sebagai Peringkat 10 pengelolaan objek wisata di Indonesia.

7. Program Pembangunan Kawasan Teknopolitan Pelalawan

Sampat ini, terkait dengan Pembangunan Kawasan Teknopolitan, saat ini sudah pada tahap melengkapi dokumen-dokumen pendukung guna memenuhi persyaratan perizinan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus. Di sisi lain, Kabupaten Pelalawan kini telah ditetapkan dan telah divalidasi menjadi Kawasan Perhatian Investasi ke-24 di Koridor Ekonomi Sumatera dengan proyek utamanya Pembangunan Kawasan Teknopolitan Pelalawan tersebut.

Kawasan Teknopolitan Pelalawan merupakan suatu kawasan industri yang terpadu dengan perguruan tinggi sebagai pencetak tenaga kerja terampil dan pusat riset sebagai pendorong inovasi, dan ini dibangun atas dukungan investasi swasta dan Pemerintah. Pembangunan Kawasan Teknpolitan Pelalawan merupakan inisiatif Pemkab Pelalawan mewadahi pencapaian visi MP3EI 2011-2025 sekaligus merealisasikan pencapaian sasaran Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Pelalawan 2011-2016.

Konsep Kawasan Teknopolitan Pelalawan itu sendiri adalah menyiapkan suatu kawasan khusus yang memiliki keunggulan komparatif dan diminati oleh investor, terutama untuk industri yang akan memberikan nilai tambah produk unggulan daerah yakni industri hilir kelapa sawit yang didukung penguatan inovasi dari aktivitas Perguruan Tinggi dan Pusat Riset. Apalagi Kabupaten Pelalawan yang berada pada Koridor Ekonomi Sumatera berperan strategis dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi di kawasan ini. Soalnya, di samping berada pada posisi konektivitas yang istimewa juga karena Kabupaten Pelalawan memiliki Sumber Daya Alam (SDA) yang sangat potensial dengan komoditi kelapa sawit, perkayuan, gas, minyak bumi dan batubara yang juga menjadi komoditi andalan Koridor Ekonomi Sumatera.

Namun kendala mendasar saat ini adalah belum keluarnya surat pelepasan lahan Kawasan Teknopolitan menjadi Areal Penggunaan Lain (APL) dari Menteri Kehutanan. Dengan kondisi tersebut, Pemkab Pelalawan masih terhambat untuk melaksanakan beberapa kegiatan di lapangan, sehingga kemajuan pelaksanaan pengembangan Kawasan Teknopolitan Pelalawan masih terasa lambat. Namun meski begitu, sambil menunggu pelepasan lahan dari Kementerian Kehutanan Pemkab Pelalawan terus melakukan persiapan-persiapan administrasi, pengembangan jaringan, penyusunan kebijakan, penyiapan Badan Pengelola dan promosi. Dan tahun 2014 nanti, Pemkab Pelalawan juga akan membangun infrastruktur jalan menuju kawasan serta membangun kampus Sekolah Tinggi Teknologi Pelalawan (ST2P) sebagai salah satu pilar keberadaan kawasan Teknopolitan ini.

Diakuinya, bahwa saat ini, kebutuhan pembangunan di masyarakat terus berkembang dan beragam, begitu juga dengan permasalahan yang dihadapi semakin kompleks. Oleh karena itu, selaku Bupati Pelalawan dirinya mengajak seluruh elemen, untuk secara bersama-sama memperkuat dan mempeluas partisipasi dalam memajukan Kabupaten Pelalawan ini. Pasalnya, kemajuan program pembangunan yang dijalankan selama ini tentu akan lebih maksimal dengan dukungan masyarakat dan dunia usaha.

"Jujur saja, Pemerintah Daerah tidak akan bisa berjalan sendiri dalam mewujudkan target-target tersebut tanpa dukungan masyarakat. Demikian pula bahwa pencapaian kemandirian, pencapaian kesejahteraan masyarakat dan pencapaian kemajuan daerah tidak akan dapat terwujud jika hanya mengandalkan kemampuan Pemerintah Daerah tanpa dukungan Dunia Usaha. Kita mengakui keberadaan perusahaan, industri dan dunia usaha di Kabupaten Pelalawan telah menyumbangkan hampir 80 persen PDRB dan menggerakkan ekonomi serta menyediakan lapangan kerja," ungkapnya.

Diujung perbincangan, saat ditanya soal harapan dan keinginan seiring HUT Pelalawan yang ke 14 ini, HM Harris mengatakan bahwa keberhasilan mewujudkan cita-cita yang terkandung dalam visi dan misi pembangunan akan sangat tergantung pada kondusifnya daerah, harmonisnya hubungan antar masyarakat, bersinerginya eksekutif dan legislatif, berperan positifnya lembaga swadaya masyarakat, organisasi masyarakat dan para akademisi, serta lebih mengemukanya kepentingan daerah dari pada kepentingan politik sesaat.

"Persoalan-persoalan di daerah ini kian waktu kian berkembang dan kompleks, dan itu semua membutuhkan proses, tak semudah membalikkan telapak tangan lalu sim salabim semuanya beres. Butuh proses pencapaian ke arah solusi, karena itu saya pribadi membutuhkan masukan serta saran bahkan bilamana perlu kritikan, namun harus yang disertai solusi. Apapun itu asalkan sesuai dengan prosedur akan saya jalani, demi kemajuan Kabupaten Pelalawan ke depannya," pungkasnya.**Adv Humas

Akses PelitaRiau.Com Via Mobile m.pelitariau.com

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

shadow
Copyright © 2014 PelitaRiau.Com All right reserved