DOWNLOAD APP PELITARIAU.COM
  

HOT TOPIC

Minta Perhatian Jika Terpilih

Semua Suku Jawa Disambangi, Ini Kegiatan Paslon Bupati Rohil Nomor Urut 4

Editor : Jumat,16 Oktober 2015 | 02:37:00 WIB
Semua Suku Jawa Disambangi, Ini Kegiatan Paslon Bupati Rohil Nomor Urut 4 Ket Foto : calon wakil bupati nomor urut 4, Taem Pratama menyampaikan visi dan misi kepada warga Sei Tapah.
PELITARIAU, Rohil- Pasangan calon (Paslon) Bupati Rokan Hilir (Rohil) Provinsi Riau, nomor urut 4 H Herman Sani-Taem Pratama mengunjungi warga suku jawa yang berada di Kabupaten Rohil. Kali pertama suku jawa yang dikunjunginya adalah di Kepenghuluan Sei-Tapah Kecamatan Tanjung Medan.
 
Dalam kunjungannya, Paslon nomor urut 4 yang dihadiri calon wakil Bupati Taem Pratama melakukan kampanye dialogis bersama warga masyarakat serta tokoh masyarakat yang mayoritas suku jawa.
 
Dalam dialog tersebut, jika Paslon nomor urut 4 terpilih, warga masyarakat Sei-Tapah berharap Desa mereka diperhatikan dalam semua lini, baik itu inspratruktur, ekonomi, kesehatan, perkebunan serta pendidikan. 
 
"Selama ini, pemerintah setempat belum ada memperhatikan kondisi desa kami, Sehingga desa ini jauh ketingalan dengan desa lainnya di Rohil," kata Warga Sei Tapah Sutrisno kepada Pelitariau.com usai mengikuti kampanye dialogis nomor urut 4 jum'at (16/10). 
 
Dijelasnya, pada tahun 2011 lalu, pak H. Herman Sani menang 75 Persen. Tahun ini kami tetap kompak dan 90 persen kami pastikan akan pilih nomor empat," terang Sutrisno saat menyampaikan kampaye dialogisnya.
 
"Dengan adanya dukungan masyarakat Sei Tapah selama dua kali pilkada tambah yang ketiga kali di 2015 ini lanjut Sutrisno, mereka meminta agar desa mereka diperhatikan pembangunannya," harapnya.
 
Masyarakat tidak mau lagi di jadikan anak tiri oleh Pemerintah Kabupaten Rohil yang sekarang. Pasalnya, sampai sekarang banyak jembatan yang melintasi sungai hanya dibangun secara swadaya oleh masyarakat sekitar," katanya lagi.
 
lanjutnya, tiga buah jembat terbuat dari kayu menuju desa itu dari Kepenghuluan Sei Meranti dibangun secara swadaya oleh masyarakat sekitar dengan cara melakukan pemotongan timbangan sawit. Setiap masyarakat menjual sawitnya, dipotong Rp 20 per kilogram.
 
"Sudah berkali-kali kami ajukan usulan bangun jembatan, tapi tak pernah di tidak diraelisasikan. Bahkan, Bupati dan Wakil Bupati Rohil pun belum pernah masuk kedesa kami ini,"ujarnya.*** jar
Akses PelitaRiau.Com Via Mobile m.pelitariau.com

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

shadow
Copyright © 2014 PelitaRiau.Com All right reserved