DOWNLOAD APP PELITARIAU.COM
  

HOT TOPIC

Ponpes Muhsinin Wisuda 30 Santri dan Santriwati

Editor : Senin,11 Mei 2015 | 22:43:30 WIB
Ponpes Muhsinin Wisuda 30 Santri dan Santriwati Ket Foto : Wisuda Ponpes Muhsinin dihadiri langsung Wabup Rohil, Erianda SE beserta rombongan, Senin (11/5).

PELITARIAU, Bagansiapiapi - Sebanyak 30 santri angkatan VIII Pondok Pesantren (Ponpes) Al Muhsinin Rimba Melintang gelar Wisuda, Wisuda ponpes  berempena Milad  Yayasan Pendidikan Islam Al Muhsinin XV. Dalam Wisuda Ponpes Muhsinin dihadiri langsung Wabup Rohil, Erianda SE beserta rombongan, Senin (11/5).

Dalam sambutannya, Erianda mengatakan, selamat dan takniah kepada adik-adik kita yang hari ini diwisudakan, kita harapkan kepada 30 satri dan santriwati yang baru diwisudakan agar tetap melanjutkan pendidikan agama keperguruan tinggi.

"Di Rohil sendiri sudah ada tempat kuliah agama, seperti Stai Ar-Ridho, Stair Bagan Batu dan Stair Aswajah Kubu, tentunya kepada adik-adik kita bisa menambah ilmu agamanya di keperguruan tinggi. Apa lagi lanjut Wabup, santri dan santriwati sekalian tidak jauh-jauh mencari ilmu pendidikan islam di kota lain, Rohil sendiri sudah ada," tandas Wabup.

Erianda juga akan memberikan dukungan rencana pondok untuk membangun musholah dan mempersilahkan mengajukannya kepada Pemkab Rohil, dukungannya juga diberikan dengan rencana kedepan mendirikan sekolah tinggi di Rimba Melintang, sesuai keinginan Ketua Yayasan Pendidikan Islam Al Muhsinin.

Pada kesempatan itu juga, Camat Rimba Melintang, Syamsani juga mendukung upaya pondok untuk mendirikan mushollah, Membangun mushollah sangat kami dukung, tapi kalau untuk masjid jangan dululah, nanti sepi jemaah masjid raya.

"Karena kalau setiap jum’at, santri dari pondok ini berjejer pergi ke masjid raya, bahkan menjadi khatib secara bergantian, jemaah masjid raya hanya satu sampai dua shaf saja, dengan adanya santri masjid jadi penuh.
Keberadaan pondok ini katanya menjadi penangkal kenakalan remaja di Rimba Melintang yang semakin hari semakin mencemaskan, dijalan kebut-kebutan, disamping kantor camat dijadikan tempat yang memalukan,” bebernya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Pendidikan Islam Al Muhsinin Amiruddin menjelaskan, milad (peringatan hari lahir, red), baru untuk pertama kali dilakukan, sejak 15 tahun berdirinya pondok tersebut. “Takut malu,” katanya menyebut alasan.

 

Amirudin menyebutkan, bagian depan pondok dilakukan upaya penimbunan memerlukan biaya Rp 40 juta, dan baru terbayar Rp 15 juta, dan butuh tambahan dana, bantuan yang diharapkan melalui Kabag Kesra, tahun 2014 tidak bisa dicairkan.

Pondok ini, katanya juga bisa dikembangkan mendirikan sekolah tinggi agama islam, karena saat ini ada tanah 1,6 ha dipinggir jalan, dengan rincian 1 ha bantuan Pemkab Rohil dan 0,6 ha tanah pribadinya. “Agar masyarakat cerdas dan tak mudah ditipu,” sebutnya.

Ditambahkannya, saat ini mushollah yang ada sudah sempit dan perlu mushollah baru, sedangkan ada tanah dibagian sisi pondok bisa membangun mushollah 25 x 25 meter, kalau satu tingkat bisa menampung jemaah 800 orang. “Makanya kami mohon dukungan pemerintah,” katanya yang sudah menghibahkan tanah seharga sekira Rp 600 juta.***Jar 
 

Akses PelitaRiau.Com Via Mobile m.pelitariau.com

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

shadow
Copyright © 2014 PelitaRiau.Com All right reserved