DOWNLOAD APP PELITARIAU.COM
  

HOT TOPIC

Dugaan Pencemaran Lingkungan

DPRD Inhu Ancam Tutup Pabrik Karet PT TSS Rengat

Editor : Senin,12 Januari 2015 | 09:41:00 WIB
 DPRD Inhu Ancam Tutup Pabrik Karet PT TSS Rengat Ket Foto : Pabrik karet PT Tirta sari Surta di Desa Kuba Kecamatan Rengat yang bau limbahnya mencapai raduis 2 km dari pabrik

PELITARIAU, Rengat - Ketidak pedulian pabrik karet PT Tirta Sari Surya (PT TSS) terhadap lingkungan, dimana limbah Bahan Berbahaya Beracun (B3) sisa pengolahan karet mencemari lingkungan, disikapi serius oleh Komisi III DPRD Inhu. Jika keberadaan pabrik karet tersebut hanya membawa dampak buruk bagi masyarakat maka, aktifitas pabrik karet akan direkomendasi tutup.

Demikian disampaikan Wakil ketua Komisi III DPRD Inhu Heri Sugandi, yang juga membidangi lingkungan, kepada pelitariau.com Senin (12/1)."Kita akan tinjau kelapangan, perusahaan dan instansi terkait akan kita panggil guna mempertanggung jawabkan apa yang menjadi temuan kita nantinya," kata Heri.

Heri juga menegaskan, akan mengeluarkan rekomendasi penghentian aktifitas pabrik karet PT TSS jika terbukti mencemari lingkungan dan tidak menyalurkan Cebelity Sosial Respon (CSR) kepada lingkungannya. "Legalitas pabrik kret itu akan kita cek secara detail," ujarnya.

Lebih jauh disampaikan Heri, Persoalan lingkungan adalah persoalan serius, seluruh perizinan pengolahan limbah, perizinan oprasional serta izin mendirikan pabrik akan diperiksa secara mendetail. "Kalau sudah dilingkungan padat penduduk, pabrik karet itu sudah harus di pindah," ujarnya.

Jika keberadaan pabrik menimbulkan banyak persoalan maka, Polisisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini akan melakukan pembahasan bersama lintas komisi atau panitia Khusus (Pansus) "Minggu depan kita sudah kelapangan, meninjau secara langsung," tegasnya.

Terpisah manajeman pabrik karet PT TSS Rengat melalui Humasnya Raja Ade, dikonfirmasi pelitariau.com enggan berkomentar banyak, dirinya menyatakan tidak diberikan wewenang oleh pimpinan untuk menjelaskan persoalan limbah dan persoalan pabrik karet PT TSS sebagai bahan publikasikan media.

"Minggu depan saja pak, nanti saya minta izin dulu dengan pimpinan soal perizinan pengolahan limbah B3, serta izin-izin lainnya," jelas Ade.

Informasi yang diperoleh dilapangan, sudah puluhan tahun pabrik karet PT TSS beroprasi di desa Kuantanbabu Kecamatan Rengat, jaraknyapun tidak jauh dari Kota rengat. ketika angin berhembus, bau busuk limbah bisa mencapai radius 2 kilo meter dari lokasi pabrik.***

Penulis : Doni Ruby Saputra

Akses PelitaRiau.Com Via Mobile m.pelitariau.com

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

shadow
Copyright © 2014 PelitaRiau.Com All right reserved