DOWNLOAD APP PELITARIAU.COM
  

HOT TOPIC

Presiden Tolak Penyambutan Istimewa

Editor : Jumat,28 November 2014 | 17:29:00 WIB
Presiden Tolak Penyambutan Istimewa Ket Foto : Jokowi di tengah masyarakat Meranti

PELITARIAU, Selatpanjang - Kunjungan kerja Presiden RI, Ir H Joko Widodo di Sungitohor, Kecamatan Tebingtinggi Timur, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, jauh dari kesan istimewa layaknya menyambut seorang Kepala Negara. Bukan berarti tidak disiapkan Pemerintah Daerah, namun memang tidak diinginkan oleh Presiden.


"Ini kunjungan kerja, bukan kunjungan acara pesta. Presiden tidak menginginkan penyambutan seremonial istimewa," ujar salah seorang personil Pasukan Pengaman Presiden (Paspampres), saat memerintahkan penurunan baliho bergambar Presiden bersama Kepala Daerah di Sungaitohor, Rabu (26/11) kemarin.

Kesan kesederhanaan akhirnya terasa cukup kental saat Presiden menginjakkan kaki di Sungaitohor, Kamis (27/11) pagi. Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti batal menyediakan acara penyambutan seperti tarian dan kalungan bunga. Bahkan saat berdialog dengan masyarakat di lapangan bola tidak memakai tenda.

Kasubbag Protokol pada Bagian Humas Setda Kabupaten Kepulauan Meranti, M Mustafa Zar’an, saat dikonfirmasi, Kamis (27/11) mengatakan, hal itu memang arahan dari pihak Protokol Istana dan Paspampres kepada Pemerintah Daerah, sebagaimana keinginan Presiden Joko Widodo.

"Ya, memang tidak ada dari kita. Itu memang keinginan Presiden yang tidak mau ada baliho-baliho dari mana pun datangnya. Itu memang arahan dari Protokol Istana. Kunjungan itu kan blusukan, jadi gak ada pakai tenda, gak ada pakai apa-apa," ungkap Mustafa.

Namun demikian, terangnya, bukan berarti Pemerintah Daerah tidak menyiapkan pelayanan penyambutan dan lainnya. Pemerintah Daerah sudah siapkan semua, tapi dari pihak Protokol Istana dan Paspampres tidak membolehkan, sehingga tenda dan baliho yang sudah terpasang dibongkar semua.

"Kita sudah siapkan semua, tapi pihak Istana menginginkan kunjungan itu dirasakan lebih bermasyarakat, tidak ada kesan perbedaan antara Presiden dengan masyarakat, makanya yang sudah terpasang dibongkar semua," ungkap Mustafa. (kor. nto)
 

Editorial: Rio Ahmad

Akses PelitaRiau.Com Via Mobile m.pelitariau.com

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

shadow
Copyright © 2014 PelitaRiau.Com All right reserved