DOWNLOAD APP PELITARIAU.COM
  

HOT TOPIC

Polres Inhu: Kesaktian Pancasila, Menyatukan Pulau-Pulau dan Terus Kokoh

Editor :Ramdana Sabtu,01 Juni 2019 | 03:29:00 WIB
Polres Inhu: Kesaktian Pancasila, Menyatukan Pulau-Pulau dan Terus Kokoh Ket Foto : Kapolres Indragiri Hulu AKBP Dasmin Ginting S.IK, menjadi insfiktur dalam memperingati lahirnya pancasila tersebut.

PELITARIAU, Inhu - Polres Indragiri Hulu (Inhu) memperingati hari kesaktian Pancasila yang jatuh pada Sabtu (01/06/2019) dengan mengelar upacara bendera. Kapolres Indragiri Hulu AKBP Dasmin Ginting S.IK, menjadi insfiktur dalam memperingati lahirnya pancasila tersebut.

Upacara berjalan dengan hikmat, dalam amanat Plt Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia, Haryono, yang dibacakan Kapolres Dasmin menyatakan, semua pihak patut bersyukur sebagai satu bangsa dan hidup dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. "Pancasila mampu menyatukan kita semua," kata Kapolres dalam amanatnya. 

Oleh sebab itu, luasnya wilayah Indonesia dengan kesatuan gugusan pulau yang berada di antara dua samudra, Pasifik Hindia, serta dua Benua, Asia dan Australia, meneguhkan bahwa, bangsa Indonesia memiliki tanah-air sebagai satu kesatuan.

Katanya, kondisi geografis yang memposisikan wilayah Indonesia sebagai   Negara kepulauan yang bisa semakin memperkokoh tanah air menjadi satu kesatuan indonesia. 

"Kita bangsa Indonesia hidup bahagia dalam keberagaman, secara antropologis dan sosiologis keberagaman ras, etnis, agama, kepercayaan dan budaya yang ada di Indonesia sudah ada sejak masa pra aksara hingga sekarang," katanya.  

Semua bangsa mengakui eksistensi keindonesiaan baik sebagai bangsa maupun sebagai Negara masih dapat bertahan hingga kini berkat Pancasila, Pancasila sebagai dasar Negara, ideologi negara dan pandangan hidup bangsa yang digali oleh para pendiri bangsa, merupakan suatu anugerah yang  tiada  tara  dari  Tuhan untuk bangsa  Indonesia. 

Walaupun kita sebagai bangsa masih belum secara sempurna berhasil merealisasikan nilai-nilai Pancasila, harus tertanam dalam hati yang suci dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, Keberagaman kondisi geografis, flora dan fauna, hingga aspek antropologis dan sosiologis masyarakat hanya dapat dirajut dalam bingkai kebangsaan  yang  inklusif.  

Proses internalisasi  sekaligus  pengamalan nilai-nilai Pancasila  harus  dilakukan  dan  diperjuangkan  secara  terus menerus. Serta melakukan kegiatan gotong royong ke anekaragaman yang ada menjadi suatu keberkahan 

Dengan demikian, kita harapkan perdebatan tentang kelahiran Pancasila sudah tidak diperlukan lagi. Peringatan hari kelahiran Pancasila, 1 Juni bukan sesuatu yang terpisah dari momentum pemusuhan, Piagam Jakarta oleh panitia kecil tanggal 22 Juni dan pengesahan Pancasila dalam Pembukaan UUD 1945, pada saat Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) tanggal 18 Agustus 1945, menjadi 3 peristiwa   penting merupakan kesatuan yang tidak terpisahkan.

Budaya politik yang dapat menumbuhkan dan merawat harapan, bukan politik yang menimbulkan ketakutan, untuk   itu   diperlukan kesadaran dan pemahaman   untuk saling menghormati, saling bekerjasama, mendiskusikan dalam menyelesaikan permasalahan yang ada.  Kondisi  demikian  dapat berkembang  melalui budaya politik kewargaan yang demokratis. 

Pancasila adalah sosok percaya diri, optimis dan penuh harapan dalam menatap masa depan sebagai bangsa yang maju, adil dan makmur. Kata Dasmin. **Julfi Hendra

Akses PelitaRiau.Com Via Mobile m.pelitariau.com

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

shadow
Copyright © 2014 PelitaRiau.Com All right reserved