DOWNLOAD APP PELITARIAU.COM
  

HOT TOPIC

Terjadi di Airmolek, Chat Messengger MF Berhasil Merenggut Keperawanan NNP

Editor :Ramdana Rabu,13 Maret 2019 | 10:36:00 WIB
Terjadi di Airmolek, Chat Messengger MF Berhasil Merenggut Keperawanan NNP Ket Foto : Tersangka MF diamankan polisi setelah melakukan pencabulan dengan NNP

PELITARIAU, Inhu - MF (22) warga Desa Sukaramai Kecamatan Bermani Hulu Kabupaten Rejang Lebong-Bengkulu, tidak berkutik, setelah ditangkap oleh Satuan reserse dan kriminal (Reskrim) Polsek Pasir Penyu pada Selasa (12/3/2019) sekitar pukul 19.00 WIB.

MF ditangkap oleh polisi, setelah MF dilaporkan oleh NNP (16) korban pencabulan didampingi ayah korban RD warga Kecamatan Pasir Penyu atas dugaan perbuatan pencabulan yang dilakukan MF pada Senin (11/3/2019) malam.

Polisi tidak kesulitan menangkap MF, setelah  MF dipancing oleh polisi menggunakan chat Messengger milik NNP untuk melakukan pertemuan disebuah tempat, MF menunggu NNP saat itu polisi yang dipimpin Kanit Reskrim Iptu Joserizal datang bersama NNP dan langsung melakukan penangkapan terhadap pelaku pencabulan MF. 

Kapolres Inhu AKBP Dasmin Ginting Sik dikonfirmasi melalui Ps Paur Humas Polres Inhu Aiptu Misran membenarkan, pelaku pencabulan MF sudah ditangkap dan MF  mengenal NNP dan berteman di media sosial facebook serta selalu berkomunikasi dengan korban NNP menggunakan messengger.

"Saat ini tersangka MF sudah diamankan, untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya," kata Misran Rabu (13/3/2019).

Terjadinya pencabulan yang dilakukan MF kepada NNP bermula, tersangka MF mengajak korban menggunakan messenger NNP untuk jalan-jalan, pertemuan dilakukan diluar rumah , kemudian  terlapor langsung membawa anak pelapor untuk pergi jalan jalan keliling airmolek.

"Tersangka MF sudah diamankan polisi untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya," kata Misran.

Dijelaskannya juga, setelah berjalan-jalan MF  membawa NNP ke semak-semak di daerah komplek Kelurahan Sekarmawar. Sesampainya di semak-semak yang dimaksud, celana NNP langsung dibuka oleh MF untuk melakukan persetubuhan.

Setelah melakukan persetubuhan, tersangka MF membawa korban NNP ke depan balai adat Melayu Airmolek dan meninggalkan korban  NNP di depan balai adat tersebut.

Atas kejadian pencabulan tersebut, tersangka MF diancam dengan pasal 81 ayat 1 undang-undang nomor 17 tahun 2016 tentang perlindungan anak dengan ancaman penjara paling lama 15 tahun. **Indra Jepza

Akses PelitaRiau.Com Via Mobile m.pelitariau.com

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

shadow
Copyright © 2014 PelitaRiau.Com All right reserved