DOWNLOAD APP PELITARIAU.COM
  

HOT TOPIC

SMAN 2 Seberida Lakukan Manajemen Tukang Bakso Grobak, Kepsek Berperan Sendiri

Editor :Ramdana Sabtu,09 Februari 2019 | 11:43:00 WIB
SMAN 2 Seberida Lakukan Manajemen Tukang Bakso Grobak, Kepsek Berperan Sendiri Ket Foto : Kepsek SMAN 2 Seberida, Inhu-Riau, Sulfatrina SPd

PELITARIAU, Inhu - Tugas dan fungsi jabatan di SMAN 2 Seberida Kabupaten Indragiri hulu (Inhu) Riau, tidak berjalan normal layaknya organisasi sekolah lainnya. Kepala sekolah (Kepsek) merangkap jabatan terhadap tugas dan fungsi pengelolaan keuangan sekolah hingga tugas-tugas lainnya, guru yang ada tidak difungsikan untuk membantu jalanya organisasi sekolah.

Demikian informasi yang berhasil di rangkum PELITARIAU.com dari sejumlah sumber di lapangan. Laporan pertanggungjawaban pengelolaan Bantuan Oprasional Sekolah (BOS) SMAN 2 Kecamatan Seberida juga di tolak oleh pihak Dinas pendidikan, selain itu, sejumlah guru dan bendahara sekolah ada yang di berhentikan oleh Kepsek, pengelolaan dana komite sekolah tidak melibatkan ketua komite kondisi tersebut menjadi polemik.

"Laporan realisasi anggaran BOS tahun 2017 dan 2018 belum direkap, karena rekap yang sebelumnya salah, harus direkap ulang dan pihak Dinas pendidikan menjelaskan kalau anggaran BOS triwulan I kurang tersalurkan," kata Kepsek SMAN 2 Seberida, Inhu-Riau, Sulfatrina SPd kepada pelitariau, Jum'at (8/2/2019).

Sulfatrina juga mengatakan, pada laporan realisasi anggaran dana BOS yang di buatnya yang di tolak oleh pihak Dinas pendidikan, adalah rekap tahun 2017 dan 2018  yang direkap triwulan 3 dan triwulan 4  tahun 2017 ditambah  triwulan I pada tahun 2018 senilai Rp68 juta lebih. 

"Rekap BOS yang kita buat kata pihak Dinas Pendidikan, yang benarnya uang yang masuk pada triwulan 1 pada tahun 2018 sejumlah  Rp.68.880.000 itu untuk triwulan 1 semua, tidak masuk 2017," kata Kepsek.

Lanjutnya, adapun biaya dana BOS SMAN 2 Seberida untuk tahun 2016 dan tahun 2017  belum dapat, karena waktu itu alasannya adalah SMAN 2 Seberida masih sekolah baru. "Saya disini sejak tahun 2016, jadi anggaran dana BOS yang masuk pada tahun 2018 triwulan I senilai Rp.68.880.000," jelasnya.

Dijelaskannya, laporan realisasi anggaran BOS tahun 2017 dan 2018 belum siap, operator saya sekarang sedang mengerjakan di Pekanbaru. Setelah operator selesai mengerjakan laporan realisasi anggaran BOS tahun 2017 dan 2018 dikirim ke sekolah, ternyata Pak Joni sebagai ketua komite SMAN 2 Seberida, tidak mau menandatangani. 

"Kemarin bendahara BOS adalah pak Nopan dan sudah berhenti, digantikan sama buk Dea juga berhenti setelah lulus PNS di SMAN 3 Peranap sampai saat ini saya tidak bisa lagi komunikasi dengan buk Dea," ujar Kepsek Sulfatrina.

Silfatriana juga mencontohkan dialog ketua komute Joni kepada dirinya, kalau saat itu ketua komite Joni tidak mau menandatangani kalau tidak ada kwitansi-kwitansi pembayaran belanja dana BOS.  "Sementara kita belum belanjakan semua anggaran dana BOS, pajaknyapun belum saya bayar," jelasnya seraya menjelaskan kalau tidak mau di publikasikan.

Saat ditanya soal jumlah tenaga pengajar di SMAN 2 Kecamatan Seberida, Kepsek Sulfatrina mengatakan, tenaga pengajardi SMAN 2 Seberida banyak yang lulus PNS tapi tidak dikembalikan sekolahnya, mereka setelah lulus PNS mengajar di sekolah lain, ada yang mengajar di Peranap, di Lampung, di Bengkulu.

"Tenaga pengajar disini ada yang mengajar dua mata pelajaran sekaligus, karena kami kekurangan tenaga pengajar, disebabkan tenaga pengajar disini banyak yang keluar-keluar (berhenti,red)," jelasnya.

Sementara Itu ketua komite Sekolah SMAN 2 Kecamatan Seberida, Joni dikonfirmasi  mengakui, kalau dirinya pernah diminta untuk menandatangani berkas laporan realisasi anggaran BOS tahun 2017 dan 2018, pada saat itu dirinya menolak untuk menandatangani sebab, bukti belanja BOS tidak ada seperti bukti kwitansi pembayaran belanjanya.

"Yang jelas kita ingin di fungsikan, dan kita ingin dilibatkan benar sebagai komite di sekolah, jadi bukan formalitas, saya ketua komite tapi tidak pernah tau guru honor komite berapa jumlahnya, pembayaran gaji guru honor tak pernah tau, dan masalah keuangan kita juga tidak pernah tau, semua ditangani mereka (Kepala sekolah-red)   sekarang sekolah itu tidak ada bendahara, ya mungkin semua di urus sama Kepsek," jelasnya. 

Sebagai ketua komite, dirinya berharap, agar SMAN 2 Seberida bisa lebih baik lagi, bagai mana cara menghilangkan prasangka miring  wali murid atau orang tua siswa, agar masyarakat tidak takut menyekolahkan anaknya di SMAN 2 Seberida. 

"SMAN 2 Seberida belum bisa mandiri, karena masih banyak guru honor komite gajinya dibayarkan oleh komite sekolah," ujar Joni, seraya menjelaskan kalau Kepsek SMAN 2 Seberida berperan sendiri tidak melibatkan bendahara dan lainya dalam pengelolaan anggaran sekolah begitu juga dengan anggaran komite di kelola sendiri oleh Kepsek. **Ram/Musdiansyah

Akses PelitaRiau.Com Via Mobile m.pelitariau.com

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

shadow
Copyright © 2014 PelitaRiau.Com All right reserved