DOWNLOAD APP PELITARIAU.COM
  

HOT TOPIC

Masyarakat Anjurkan Pemerintah Tunda Kegiatan Bimtek Keluar Daerah Di Saat Warga Kebanjiran

Editor :Fauzi Kamis,08 November 2018 | 10:05:45 WIB
Masyarakat Anjurkan Pemerintah Tunda Kegiatan Bimtek Keluar Daerah Di Saat Warga Kebanjiran Ket Foto : Fhoto H Syuherman Seregar S Ag

PELITARIAU, Inhu - Tokoh Masyarakat Kecamatan Pasir Penyu Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) kepada pelitariau.com mengatakan Pemerintah Kecamatan mulai dari Camat, Kepala Desa dan Lurah diminta agar mengurangi kegiatan yang hanya menghabiskan anggaran, seperti kegiatan bimbingan teknis (bimtek) administrasi ke luar daerah.

Ia menyebutkan, bimtek bisa saja dilakukan tanpa harus keluar daerah. Bisa saja dilakukan di daerah sendiri, dimulai dengan mengadakan lomba bagi petugas administrasi desa tentang cara tata kelola keuangan yang baik, tata kelola pemerintahan yang baik, atau mengenai administrasi.

"Misalnya dicari siapa pemenang, nah pemenang inilah yang nanti memberikan bimtek bagi desa-desa lainnya nanti gampang saja dalam hal pelaksanaan tinggal diselenggarakan di masing-masing kecamatan. Jadi tidak lagi kita bimtek keluar," ujar H Syuherman Seregar S Ag, Kamis (08/11/2018) di Air Molek.

Mubaliq Kondang yang berdomisili di Air Molek itu menyebutkan, dari 13 Desa/Kelurahan di Kec Pasir Penyu, dirinya yakin ada beberapa desa dan kelurahan yang memiliki tata kelola pemerintahan dan administrasi yang baik. Mereka itulah nanti yang dijadikan sebagai percontohan, maka itu dia Kritik Keras kegiatan bimtek yang memakai dana Rakyat digunakan dengan kegiatan tak bermanfaat bagi masyarakat.

"Bayangkan saja pada tahun 2018 ini kalau harus bimtek keluar daerah , mulai Camat, Kades, lurah serta Perangkatnya berapa biaya yang dihabiskan. Kalau cuma dilakukan di sini itu akan lebih menghematkan anggaran," tukasnya.

Perlombaan itu, menurut Syuherman, harus digagas mulai saat ini dan meterinya dari semua aspek dalam pengelolaan desa, agar dana desa dan alokasi dana desa yang nilainya mencapai miliaran rupiah bisa kelihatan manfaatnya kepada masyarakat.

"Kalau dulu pembangunan minim belum ada dianggarkan Dana Desa melalui APBN wajar saja, memang anggaran untuk desa sedikit. Nah sekarang sudah besar, kalau pembangunannya tetap tidak kelihatan tentu akan jadi pertanyaan nantinya," Jelasnya.

Lebih jauh lagi sambung pria kelahiran Pasir Pengaraian itu, sungguh Ironis disaat Warga menggalami korban kebanjiran hampir semua Desa dan Kelurahan di Pasir Penyu terkena Dampak Banjir sementara Pak Camat, Lurah dan Kades dan Staf dan Perangkatnya sebagai ujung tombak perpanjagan tangan Pemerintah mereka tidak ada ditempat alias Bimtek ke Surabaya.

"Dia menyanyangkan dengan kegiatan tersebut sangat merugikan hak masyarakat yang merasakan kondisi lagi sulit karena dilanda banjir semua hasil pertanian, peternakan selama ini untuk memenuhi perekonamian menjadi andalan mereka telah lumpuh akibat terendam oleh bencana banjir.

Karena Pemimpinnya tidak berada di daerah masyarakat hanya menunggu sampai pemimpinnya kembali kedaerahnya mudah mudahan secepatnya bisa diberikan bantuan kepada korban banjir. Pungkas Purna Bhakti ASN Kemenang Inhu itu.

Ketika dikonfirmasi melalui Staf Kecamatan Diposko Banjir menanggapi Kritikan dari Masyarakat mengatakan Insya Allah Hari ini Tim Kecamatan akan menelusuri rumah warga yang terkena banjir, kalau masalah bantuan banjir masih menunggu dari Perusahaan dan Kabupaten, Singkatnya.**

Akses PelitaRiau.Com Via Mobile m.pelitariau.com

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

shadow
Copyright © 2014 PelitaRiau.Com All right reserved