DOWNLOAD APP PELITARIAU.COM
  

HOT TOPIC

Sahabat Mafirion di Inhu Jenguk Pak Ujang 5 Tahun Terbaring Sakit Tak Punya BPJS

Editor :Ramdana Senin,05 November 2018 | 10:53:41 WIB
Sahabat Mafirion di Inhu Jenguk Pak Ujang 5 Tahun Terbaring Sakit Tak Punya BPJS Ket Foto : Almayatri sahabat Mafirion di Inhu menjenguk warga desa Aur Cina, Rifai Ujang yang sudah 5 tahun terbaring sakit

PELITARIAU, Inhu - Semenjak 5 tahun terakhir kondisi Rifai Ujang (60) semakin memburuk, tidak ada yang bisa di perbuat Ujang untuk duduk pun di bantu oleh anak dan istrinya Ujang hanya terlihat terbaring lemas lemas tak berdaya bahkan untuk berbicara saja sudah tidak mampu. 

Pada Minggu (4/11/2018) sekitar pukul 19.30 WIB, tim dari Sahabat Mafirion, anggota komisi IX DPR RI tiba di kediaman Ujang tepatnya di Dusun 2 Pematang Sengon Desa Aur Cina Kecamatan Batang Cenaku, kedatangan sahabat Mafirion disambut hangat keluarga Ujang.

Tim sahabat Mafirion Kabupaten Inhu, Almayatri yang sampai ke kediaman Ujang, disambut ketua BPD Desa Aur Cina Jusman, mereka melakukan dialog dan terungkap kalau Rifai Ujang yang sudah menderita penyakit struk 5 tahun lamanya tidak mendapatkan bantuan perobatan dari pemerintah. 

"Kondisi pak Ujang yang semakin memburuk akan kami sampaikan ke pak Mafirion, jika tidak cepat di tangani medis kondisinya semakin mengkhawatirkan," ujar Almayatri yang juga ketua Pemuda Pancasila (PP) Kecamatan Kelayang.

Belum ditangani secara medis sakit yang diderita Ujang, akibat lemahnya faktor ekonomi keluarganya. "Keluarga hanya pasrah menerima takdir, kepasrahan itu akibat faktor ekonomi jugalah, disinilah pemerintah harus hadir memberikan jaminan kesehatan kepada masyarakat," ujar sahabat Mafirion berbadan gempal ini.

Ditempat yang sama, Radhini (50) istri Rifai Ujang mengakui kalau belum dilakukan tindakan medis akibat ketidak mampuannya untuk pembiayaan. "Untuk biaya bulanan BPJS saja kami tidak mampu, makanya kami tidak bisa membuat BPJS kesehatan," ujar Radhini dengan mata berkaca-kaca.

Radhini juga berharap, ada biaya perobatan geratis untuk orang miskin, biaya perobatan tersebut diharapkan berasal dari pemerintah.  "Kami butuh tempat mengadu, kondisi bapak sakit juga sudah banyak di ketahui masyarakat di sini," jelasnya. **Prc

Akses PelitaRiau.Com Via Mobile m.pelitariau.com

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

shadow
Copyright © 2014 PelitaRiau.Com All right reserved