DOWNLOAD APP PELITARIAU.COM
  

HOT TOPIC

Penyelesaian PT Tasma Puja Harus Melalui Jalur Hukum

Editor :Fauzi Minggu,06 Mei 2018 | 10:06:49 WIB
Penyelesaian PT Tasma Puja Harus Melalui Jalur Hukum Ket Foto : Fhoto Dokumen Kebun Milik Masyarakat

PELITARIAU, Inhu - Perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Tasma Puja di Kecamatan Batang Cenaku Kabupaten Indragiri hulu (Inhu), diduga melakukan perampasan paksa terhadap lahan kebun karet serta lahan peladangan masyarakat Desa Alim secara membabi buta digarapnya sejak tahun 2011 lalu.

Berbagai upaya perlawanan sudah dilakukan masyarakat Desa Alim, mulai mencincang ribuan pohon kelapa sawit sampai dengan melakukan pembakaran barak serta penyanderaan mobil operasional pelansiran bibit, namun upaya masyarakat Desa Alim kandas.

"Pada tahun 2017 kemarin, lebih kurang setahun kami melakukan panen massal, namun tidak ada etikat baik pihak perkebunan Tasma Puja untuk mengembalikan lahan masyarakat desa alim," kata kordinator perjuangan masyarakat Desa Alim, Tarmizi kepada wartawan (5/5/2018).

Menurut Tarmizi, berbagai kesepakatan antara masyarakat Desa Alim dengan manajemen perkebunan PT Tasma Puja juga dilakukan, diantaranya kesepakatan kalau pihak Tasma Puja tidak melakukan aktifitas diatas lahan tersebut. "Kesepakatan tinggal kesepakatan saja, semua kesepakatan dilanggar dan masalah lahan masyarakat Desa Alim tetap di kuasainya," jelas Tarmizi.

Atas kondisi tersebut, manajemen PT Tasma Puja terancam dilaporkan ke polisi, dalam dugaan penyerobotan lahan masyarakat desa Alim dan pembuatan kebun kelapa sawit tanpa izin kepada Polres Inhu. "Kami akan kembali duduki lahan kami yang di serobot paksa oleh PT Tasma Puja, selain itu, kami juga akan tempuh jalur hukum," tegasnya.

Semantara itu, mantan Kepala Desa Alim, Sulikarnain, dikonfirmasi membenarkan, kalau ada ratusan lahan yang masuk di Desa Alim di kuasai oleh PT Tasma Puja. "Kalau lahan peladangan masyarakat desa alim yang tidak ada surat keterangan, silahkan saja garap, tapi kalau lahan masyarakat desa Alim ada hak keperdataan, seyogyanya di kembalikan kepada masyarakat," harapnya.

Sulikarnain, membenarkan kalau konflik masyarakat Desa Alim dengan pihak perkebunan kelapa sawit PT Tasma Puja sudah berlangsung sejak lama, jika kondisi konflik lahan tersebut terus berlanjut, dikawatirkan akan terjadi korban.

"Kita minta ada etikat baik dari pihak perkebunan PT Tasma Puja, kembalikan saja lahan masyarakat desa Alim, saat saya menjadi kades, saya sudah capek meredam masyarakat, saya takutnya konflik besar terjadi akibat masalah penyerobotan lahan ini," ujarnya.

Semantara itu, pihak perkebunan PT Tasma Puja belum bisa dikonfirmasi terkait adanya penyerobotan lahan masyarakat Desa Alim yang terjadi sejak tahun 2011. 

Direktur PT Tasma Puja, Ketut, dicoba untuk dikonfirmasi melalui telpon selulernya tidak direspon.**

Akses PelitaRiau.Com Via Mobile m.pelitariau.com

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

shadow
Copyright © 2014 PelitaRiau.Com All right reserved