DOWNLOAD APP PELITARIAU.COM
  

HOT TOPIC

Warga Seberida Pertanyakan SIG Panglong Pak Cahyo

Editor :Fauzi Senin,23 April 2018 | 12:12:43 WIB
Warga Seberida Pertanyakan SIG Panglong Pak Cahyo Ket Foto : Fhoto Stok Kayu Di Panglong Cahyo

PELITARIAU, INHU - Setiap usaha kegiatan kayu olahan (panglong) harus jelas asal muasal kayu. Hal ini terkait dengan permohonan untuk mendapatkan Surat Izin Gangguan (SIG) sehingga suatu usaha pengolahan kayu baru dikatakan legal apabila sudah mengantonggi SIG. 

Menyinggung keberadaan usaha kayu olahan (panglong) Perabot milik Pak Cahyo yang ada di Desa Buluh Rampai (Blok B) Kecamatan Siberida Kabupaten indragiri Hulu (inhu) disinyalir yang belum mengantongi SIG.

Untuk mendapatkan SIG usaha kayu olahan atau kusen itu asal kayunya dari mana harus jelas, Kalau hasil kayunya dari hutan lindung tidak akan keluar SIG-nya. Kalau dari kebun sendiri harus ada keterangan dari kades setempat.

Seperti usaha perabot milik Pak Cahyo diduga menggunakan kayu ilegal, namun sejauh ini tidak ada masalah dengan usaha perabot tanpa pernah khawatir dengan pelanggaran yang dilakukannya serta bahan baku olahan yang digunakan.

Berdasarkan hasil pantauan awak media kedaerah tersebut sabtu (21/4/2018) terlihat kayu dengan jenis kayu eksport menumpuk di lokasi perabot tersebut.

Rangkuti salah seorang warga setempat yang berhasil dijumpaian media ini mengatakan bahwa bahan baku kayu ditempat pak cahyo ini tidak pernah putus, selalu saja ada yang mengantar, sehingga setiap hari berkerja sesuai pesanan

"Dirinya mengaku tidak mengetahui darimana asal kayu tersebut, namun yang jelas kayu-kayu yang masuk ke Perabot Pak Cahyo tersebut merupakan kayu pilihan," Ujarnya.

Oleh pak cahyo, kayu – kayu tersebut diolah menjadi berbagai pesan bentuk kebutuhan seperti Kusen, Lemari, serta perabot rumah tangga lain, katanya.

Dikatakannya, banyak sekali yang memesan kusen ataupun perabot rumah tangga ke perabot milik pak cahyo ini, dan bahkan sebagian besar perabot yang ada dibelilas ini membeli kayu kepada pak Cahyo, Pungkasnya. 

Sementara itu Cahyo saat dikonfirmasi minggu (22/4/2018) melalui slulernya kepada awak media Online mengatakan bahwa kayu-kayu olahan tersebut dibelinya melalui masyarakat yang membuka perkebunan kelapa sawit.

“Kayu-kayu tersebut saya beli dari masyarakat yang membuka perkebunan kelapa sawit,” singkatnya.

Hingga berita ini dimuat belum bisa dikonfirmasi pihak terkait untuk mengetahui apa saja izin yang sudah dikantongginya untuk lebih jelasnya akan terbit berita kelanjutannya.**

Akses PelitaRiau.Com Via Mobile m.pelitariau.com

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

shadow
Copyright © 2014 PelitaRiau.Com All right reserved