DOWNLOAD APP PELITARIAU.COM
  

HOT TOPIC

Dewan Minta Warga Tidak Terpancing Beredarnya Buku Yang Merusak Aqidah Umat Muslim

Editor :Fauzi Jumat,30 Maret 2018 | 17:59:18 WIB
Dewan Minta Warga Tidak Terpancing Beredarnya Buku Yang Merusak Aqidah Umat Muslim Ket Foto : Fhoto salah satunya Buku Panduan Yang Beredar Di Airmolek

PELITARIAU, INHU - DPRD Himbau apabila ada Warga menemukan gerak gerik orang tak dikenal terkhusus diwilayah Hukum Polres Inhu yang menyebarkan serupa Buku Pelemahan Aqidah Islam segera melaporkan kepihak penegak hukum.

Diharapkan warga tetap tenang dan jangan terpancing dengan adanya peredaran buku yang diduga untuk pelemahan Aqidah umat Islam tersebut, Ujar Wakil Ketua DPRD Inhu Adilla Ansori Seregar kepada pelitariau.com,Jumat (30/3/2018) di Airmolek.

Politisi Partai Demokrat itu  juga mengungkapkan semua lapisan masyarakat segera merapatkan barisan jangan lenggah dan tertidur harus waspada dengan kegiatan kegiatan yang tak jelas kemana arah jarum jam nya itu, kebiasan stategis yang keliru semacam ini dipandang masyarakat sudah hal biasa karena saat ini sudah masuk Tahun Politik, Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), Pungkas Adilla Ansori. 

Hal senada juga disampaikan Kapolres Inhu, AKBP Arif Bastari menghimbau warga tetap tenang dan tidak terpancing dengan adanya buku pelemahan aqidah Islam yang sudah beredar dan telah meresahkan tersebut, Kalau ditemukan, segera melaporkan kepada pos polisi terdekat, Ujarnya. 

"Kami menghimbau warga tetap tenang dan tidak terpancing serta tidak terprovokasi dengan adanya buku-buku pelemahan aqidah Islam yang ditemukan beredar di Wilayah Hukum Polres Inhu" Jelasnya. 

Jajaran Polres Inhu saat ini tengah memyelidiki dan memantau peredaran dan pelaku yang menyebarkan buku-buku pelemahan aqidah Islam tersebut, Terangnya. 

"Segera laporkan ke pos polisi atau Bhabinkantibmas terdekat, bila ada yang menemukan buku-buku tersebut, begitu juga bila mengetahui hal-hal yang mencurigakan dari seseorang segera laporkan," ungkapnya lagi. 

Reaksi keras muncul dari berbagai kalangan masyarakat, karena isi buku tersebut menggunakan Hadits dan Ayat-Ayat Allah untuk permainan dan juga membalikkan makna dari Hadits dan Ayat Alquran, Bahkan isi buku tersebut dianggap menghina dan melecehkan Nabi Muhammad SAW dan himbauan-himbauan kebaikan seperti bertaubat semuanya dinyatakan datang dari Yesus Kristus, Pungkas Arif Bastari.**

Akses PelitaRiau.Com Via Mobile m.pelitariau.com

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

shadow
Copyright © 2014 PelitaRiau.Com All right reserved