DOWNLOAD APP PELITARIAU.COM
  

HOT TOPIC

Puluhan Buruh di Selatpanjang Pertanyakan Kinerja BBPOM Pekanbaru

Editor :Herman Kamis,29 Maret 2018 | 12:09:58 WIB
Puluhan Buruh di Selatpanjang Pertanyakan Kinerja BBPOM Pekanbaru Ket Foto : Foto istimewa

PELITARIAU, meranti - Puluhan buruh di Kota Selatpanjang Kepulauan Meranti, Riau, datangi Hotel Grand Meranti yang beralamat di Jalan Kartini, Selatpanjang, Rabu (28/3/2018) malam.

Kedatangan para buruh tersebut mempertanyakan kinerja BBPOM Pekanbaru usai melakukan sidak di sejumlah toko dan gudang di Kota Selatpanjang, dan kebetulan tim dari BBPOM Riau tersebut nginap di Hotel Grand Meranti.

Dari Pantauan Wartawan, Rabu (28/3/208) malam, pertemuan pihak BBPOM Pekanbaru dengan para buruh juga dihadiri pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan Koperasi Usaha Kecil Menengah (DisperindagKop UKM) Kabupaten Kepulauan Meranti, pihak Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Kepulauan Meranti, pihak kepolisian dan Koramil 02/Tebingtinggi serta sejumlah awak media.

Amat, salah seorang buruh di kota Selatpanjang merasa tidak senang dengan pihak BBPOM Pekanbaru saat melakukan sidak, karena menurutnya pihak BBPOM cukup hanya melakukan sidak ke toko atau pun gudang dan tidak sampai melakukan pemeriksaan ke kapal.

"Baru kali ini di Meranti ada BBPOM yang melakukan pemeriksaan hingga ke kapal, dan ini tentunya sangat mengganggu kami para buruh saat melakukan aktifitas bongkar muat barang. Bahkan kalau ada pemeriksaan di kapal kami tidak bisa bekerja, jadi kami mau makan apa??," ujar Amat.

Sementara itu, pihak DisperindagKop-UKM Kepulauan Meranti sangat menyayangkan pihak BBPOM yang melakukan sidak tanpa koordinasi terlebih dahulu.

"Kalau sebelumnya pihak BBPOM sebelum melakukan pemeriksaan ke sejumlah toko dan gudang di Selatpanjang terkait adanya temuan cacing di dalam sarden kaleng, terlebih dahulu dilakukan koordinasi, tapi kali ini kita juga heran kenapa pihak BBPOM tidak berkoordinasi dengan kita," ungkap Kasi Perdagangan Dalam dan Luar Negeri Disperindag Kepulauan Meranti Hariadi.

Diakui Hariadi pula, pihaknya baru mengetahui adanya sidak itu setelah adanya pemberitahuan dari awak media yang menanyakan keterlibatan pihaknya dalam sidak yang dilakukan BBPOM.

"Kita aja taunya ada sidak setelah dikasi tau oleh rekan-rekan wartawan, dan saya pun bingung mau jawab soalnya memang tidak ada pemberitahuan dari pihak BBPOM," jelas Hariadi.Hal yang sama juga diakui pihak KPPBC Kepulauan Meranti bahwa tidak adanya koordinasi dari pihak BBPOM terkait sidak yang dilakukan itu.

"Pihak BBPOM memang tidak ada berkoordinasi dengan kita terkait sidak yang dilakukan ini, namun kalau bagi kami wajar-wajar saja karena untuk melakukan sidak pihak BBPOM tidak harus memberitahukan kepada kita, yang penting sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku, namun sebaiknya ya melakukan koordinasi terlebih dahulu," ungkap Kepala KPPBC Kepulauan Meranti, Hengki.

Ditambahkan Hengki, pengawasan KPPBC hanya fokus di pelabuhan yang memiliki Tempat Penimbunan Sementara (TPS) di Pelabuhan Cabang Pelindo I Selatpanjang.Kemudian dari pihak kepolisian juga sangat menyayangkan pihak BBPOM yang tidak melakukan koordiansi dengan pihak keamanan.

"Seharusnya pihak BBPOM ini koordinasi dahulu dengan kita sebelum melakukan sidak, apalagi kejadiannya sampai begini dan untung saja tidak terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan di lapangan tadi," kata Kapolres Kepulauan Meranti AKBP La Ode Proyek SH saat menghadiri pertemuan tersebut.

Hal senada juga disampaikan Danramil 02/Tebingtinggi Mayor Arm Bismi Tambunan SE, sebaiknya sebelum melakukan sidak maupun pemeriksaan seperti itu pihak BBPOM disarankan untuk menjalin koordinasi agar hal serupa tidak terulang lagi.

"Kita punya tugas dan wewenang masing-masing, tapi alangkah baiknya berkoordinasi sebelum bertindak agar tidak terjadinya kesalahfahaman maupun menimbulkan berbagai hal yang tidak diinginkan," saran Bismi Tambunan.

Menanggapi hal itu, pihak BBPOM Pekanbaru Riau, menjelaskan bahwa sidak yang dilakukan berdasarkan perintah atasan sesuai dengan aturan yang berlaku.

"Dalam melakukan pemeriksaan ini kita tetap mengacu kepada aturan dan perundang-undangan yang berlaku. Bukan kita tidak berkoordiansdengan instansi terkait saat melakukan sidak, namun kita punya dua pilihan yakni yang pertama kita ada koordinasi didepan dan yang kedua koordinasi belakangan, dengan artian berkoordinasi dahulu baru bertindak dan bertindak dahulu baru koordinasi belakangan, tapi intinya tetap koordinasi," ungkap Kabid  Pengawasan dan Penyelidikan BBPOM Pekanbaru Riau Syamida.

Terkait pihak BBPOM melakukan pemeriksaan langsung ke kapal dengan alasan barang berawal temuan di toko kemudian diketahui barang tersebut dibawa dengan menggunakan kapal sehingga dilakukan pemeriksaan di kapal.

"Barang-barang yang telah kita amankan ini akan dibawa ke Pekanbaru, selanjutnya barang ini mau dimusnahkan atau bagaimana kita menunggu perintah dari pimpinan," jelasnya.

Dari pertemuan tersebut, didapatkan kesepakatan bersama bahwa kedepannya pihak BBPOM Pekanbaru Riau tidak lagi mengulangi hal yang sama, pihak BBPOM juga diminta terlebih dahulu berkoordinasi dengan pihak terkait sebelum bertindak agar tidak terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Kemudian, sejumlah instansi terkait juga meminta kepada BBPOM untuk lebih mengedepankan kebijakan sesuai dengan kondisi geografis Kabupaten termuda di Provinsi Riau itu. **rls/adit

Akses PelitaRiau.Com Via Mobile m.pelitariau.com

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

shadow
Copyright © 2014 PelitaRiau.Com All right reserved