DOWNLOAD APP PELITARIAU.COM
  

HOT TOPIC

Poros Masyarakat Sipil Indragiri, LE-Hardianto Dapat Dukungan Masyarakat Adat Talang Mamak Inhu

Editor :Ramdana Selasa,16 Januari 2018 | 15:40:45 WIB
Poros Masyarakat Sipil Indragiri, LE-Hardianto Dapat Dukungan Masyarakat Adat Talang Mamak Inhu Ket Foto : Ketua Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Kabupaten Inhu, Gilung dan Bhatin Pembubuh suku talang mamak Inhu, Dawin bersilaturahmi dengan Relawan AKU LE Kabupaten Inhu Zulpen Zuhri,SE

PELITARIAU, Inhu - Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Kabupaten Indragiri hulu (Inhu) mendukung penuh pasangan Lukman Edy (LE) Gubri Zaman Now dan Hardianto Wagubri Zaman Now yang di usung Partai Gerindra dan PKB tahun 2018 ini. Dukungan langkah tegap yang diberikan komunitas adat suku talang mamak Inhu di ikrarkan Bhtin Pembubuh atas nama Darwin asal wilayah Kecamatan Batang Cenaku.

"Masyarakat Indragiri mulai dari Kabupaten Kuansing, Inhu dan Inhil sepakat mendukung putra daerah Indragiri menjadi Gubernur Riau, semoga niat dan perjuangan ini bisa terujud," kata Bhatin Pembunuh Darwin kepada wartawan Selasa (16/01/2018) di Rengat.

Bhatin Pembubuh saat itu didamping ketua AMAN Inhu Gilung dan sejumlah pengurus organisasi AMAN meyakini kalau LE Gubri Zaman Now akan mampu merealisasikan Perda nomor 10 tahun 2015 tentang tanah ulayat provinsi Riau dan mengakomodir putusan MK nomor 35 tahun 2012 tentang hutan adat. "Kami berharap, hutan adat diakomodir pemerintah daerah di wilayah hukum adat," kata Gilung.

Selain masyarakat adat suku talang mamak yang sudah berikrar ujar Gilong, dirinya sudah mendapatkan informasi kalau Suku Akit di daerah pesisir, masyarakat adat di Kampar, masyarakat adat Petalang di Pelalawan dan suku Sakai di daerah Duri juga sudah bersepakat mendukung pasangan LE Gubri Zaman Now.

"Kami berharap, Perda Provinsi Riau soal hak-hak adat bisa sampai di buat Perda di daerah Kabupaten kota, kita menjadi tuan di negeri sendiri, kalau saat ini kita hanya penonton, kami yakin pak LE mendukung dan merealisasikan Perda tanah ulayat," tegasnya.

Untuk mendapat sebuah pengakuan hutan adat dan tanah ulayat, Pemerintah haruslah mendukung pembuatan peta wilayah adat, keberadaan masyarakat adat, mengakui instrktur kelembagaan adat, mengakui keariban lokal atau menjaga leluhur. "Kami masyarakat adat di Inhu meyakini LE mampu merealisasikan perjuangan kami," ucapnya.

Dalam pada itu Gilung juga memaparkan, sampai dengan tahun 2018 sudah dibentuk pemetaan 29 kebatinan sesuai dengan sejarah, pada tahun 2015 sudah 15 Bhatin yang menjalankan tugas sesuai dengan Bhatin adat suku talang mamak, dan sampai awal tahun 2018 sudah dilakukan penambahan Bhatin, sedang dilakukan proses pemetaan untuk 3 bhatin.

"Saat ini, berdasarkan pemetaan yang dilakukan AMAN Inhu, untuk masyarakat adat talang mamak, masih ada kelemahan soal data kependudukan, lebih kurang 700 jika suku talang mamak di Inhu belum melakukan rekam e-KTP, sehingga belum memiliki data kependudukan, seperti KTP dan akte kelahiran," ucapnya.

Ditempat yang sama, ketua Relawan AKU LE Kabupaten Inhu, Zulpen Zuhri SE menjelaskan, semua keluhan dan gerakan dukungan dari masyarakat Sipil di Inhu yang disampaikan masyarakat adat dan masyarakat Inhu secara umum akan disampaikan kepada LE Gubri Zaman Now. 

"Pemerintah hadir ditengah-tengah masyarakat dan mengakomodir kepentingan umum akan kita sampaikan kepada pasangan LE," janji Zulpen kepada AMAN dan komunitas adat talang mamak Inhu. **ram

Akses PelitaRiau.Com Via Mobile m.pelitariau.com

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

shadow
Copyright © 2014 PelitaRiau.Com All right reserved