DOWNLOAD APP PELITARIAU.COM
  

HOT TOPIC

Dari Inhu Untuk Umat Islam

Alhamdulillah, Tiap Bulan Tenaga Pendidik Islam Dapat Insentif Rp 300 Ribu di Inhu

Editor :zulpen Kamis,26 Januari 2017 | 03:48:00 WIB
Alhamdulillah, Tiap Bulan Tenaga Pendidik Islam Dapat Insentif Rp 300 Ribu di Inhu Ket Foto : Kasi Pekapontren Kemenag Inhu H Marjoni SAg MH
PELITARIAU, Inhu - Pemerintah Kabupaten Indragiri hulu (Inhu) mengakomodir usulan yang disampaikan Kantor kementrian agama (Kemenag), dari 2.428 orang tenaga pendidik islam tahun 2017 mendapatkan bantuan insentif Rp 300 ribu per-bulan. Bantuan tersebut disalurkan Pemkab Inhu kepada tenaga pendidik melalui Dinas pendidikan (Disdik) Inhu.
 
Selain tenaga pendidik, 16 orang tenaga pengawas pendidikan islam dan 33 orang tenaga kependidikan islam juga di berikan bantuan insentif setiap bulan, masing-masing Rp 500 ribu. 2.428 tenaga pendidik islam tersebar di 300 sekolah Madrasah Diniah Takmaliah Awaliah (MDTA) status sekolah dasar islam,  17 Madrasah Diniah Takmiliah Wusho (MDTW) setingkat SMP, 183 Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) dan 2 Madrasah Diniah Takmiliah Ulya (MDTU) setingkat SMA.
 
Demikian disampaikan Kepala kantor Kemenag Inhu Drs H Abdul Kadir didampingi Kasi Pendidikan diniah dan Pondok pesantren (Ponpes) Pekapontren Kemenag Inhu H Marjoni SAg MH kepada pelitariau.com Kamis (26/1/2017) di Pematangreba. "Semula bentuknya anggarannya hibah yang di kelola kantor Kemenag untuk insentif tenaga pendidik islam, saat ini tidak ada hiba, anggaran untuk insentif tenaga pendidik islam langsung dibawah Disdik Inhu," ujar Abdul Kadir.
 
Dalam memberikan instentif Rp 300 ribu perbulan, untuk tahun 2017 jelas Abdil kadir, dana yang dikelola oleh Disdik Inhu senilai Rp 8,9 milyar. Anggaran tersebut juga dialokasikan untuk pelaksanaan kegiatan wisuda dan honor tenaga pengawas pendidikan. 
"Kami berharap kedepan, seluruh sekolah islam yang belum memiliki badan hukum, agar membuat badan hukum. Tujuan adanya badan hukum untuk sekolah islam untuk legalistas mendapatkan bantuan hibah sekolah islam," jelasnya.  
 
Anggaran hibah dari pemda Inhu kepada Kemenag Inhu untuk insentif tenaga pendidik islam berlangsung sejak tahun 2010 lalu, namun sejak 3 tahun terakhir mulai 2014 pemda Inhu langsung menyalurkan insentif untuk tenaga pendidik dan pengawas. "Pemda Inhu juga menganggarkan kegiatan wisuda secara serentak, untuk anak-anak yang selesai pendidikan islam," ucapnya.
 
Ditempat yang sama, Kasi Pekapontren Kemenag Inhu H Marjoni SAg MH menambahkan, tahaun 2013 pernah diusulkan ke Pemda untuk kegiatan uji kopetensi bagi tenaga pendidikan islam se-Inhu. "Dari anggaran bantuan Pemda Inhu, untuk 2.282 orang tenaga pendidik islam, mengikuti kegiatan uji kopetensi tenaga pendidik islam 80 persen tenaga pendidik islam layak mengajar dan 20 persen lagi perlu pembinaan," ucap Marjoni.
 
TPQ dan PDTA dan sekolah islam lainnya di Inhu, dilaksanakan sesuai dengan Peraturan daerah (Perda) Inhu nomor 4 tahun 2010 tentang pandai baca tulis Al-Qur'an bagi siswa sekolah dasar, menengah dan calon pengantin. "Pendidikan silam ini untuk memutus mata rantai bebas buta aksara Al-Qur'an sesuai dengan Perda nomor 4 tahun 2010 tentang pandai baca tulis Al-Qur'an," jelas Marjoni.
 
Lebih jauh disampaikannya, ada 5 tujuan dasar dari pendidikan, TPQ, MDTA, MDTW dan MDTU, agar 5 sendi kehidupan beragama bagi anak-anak islam, bisa terpenuhi.
 
Pertama, anak harus pandai melaksanakan sholat dalam pendidikannya dengan bidang studi Al-qur'an dan Hadis. 
 
Dua, anak harus pandai dan tau hukum dasar agama islam, disini dalam mata peljaran Fiqih /Ibadah.
 
Tiga, anak harus memiliki ahlak dan budi pekerti yang baik sehingga kedepan menciptakan kesalehan sosial ditengah masyarakat dalam mata pelajaran Akidah Ahlak.
 
Emapat, anak harus memahami dan mengetahui dan mempraktekan hasil-hasil sejarah kebudayaan islam, baik kemajuan islam maupun kemunduran islam dan anak pandai mensosialisasikan dan mempraktekan budaya islam, dalam mata pelajaran yang diajarkan adalah Sejarah kebudayaan islam.
 
Lima, anak harus memiliki dasar-dasar bahasa arab, karena bagaimanapun Al-Qur'an diturunkan dalam bahasa arab dan mempelajari Al-Quru'an harus memiliki dasar bahasa arab yang benar, agar tidak salah tapsir dalam memahami ajaran islam, karena kitab suci agama islam adalah Al-Qur'an dan menurut ajaran islam, umat islam yang tidak bisa membaca Al-Quran akan bisu di akhirat, disini mata pelajaran yang diajarkan adalah Bahasa arab. **zpn
Akses PelitaRiau.Com Via Mobile m.pelitariau.com

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

shadow
Copyright © 2014 PelitaRiau.Com All right reserved