DOWNLOAD APP PELITARIAU.COM
  

HOT TOPIC

Siswa SMU Desa Penyagun Tak Lagi Belajar di Kelas Laskar Pelangi

Editor :Eka Gusmidarti Jumat,13 Januari 2017 | 06:57:41 WIB
Siswa SMU  Desa Penyagun Tak Lagi Belajar di Kelas Laskar Pelangi Ket Foto : Siswa SMU Desa Penyagun Tak Lagi Belajar di Ruang Kelas Laskar Pelangi

PELITARIAU,Meranti- Apa yang dinanti-nantikan wali murid dan siswa SMU di Desa Penyagun, Kecamatan Rangsang untuk dapat memanfaatkan ruang kelas Lokal Jauh SMU I Rangsang yang representatif telah terwujud.

 

Hal ini di buktikan dengan diresmikan secara simbolis penggunaan ruang kelas Lokal Jauh SMU I Rangsang di Desa Penyagun oleh Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti Drs. H. Irwan M.Si, Peresmian itu dilakukan disela kegiatan Monitoring dan Evaluasi Proyek Pembangunan di Kecamatan Rangsang, Kamis (12/1/17).

 

Untuk kita ketahui bahwa sejak 3 tahun lalu, demi memudahkan proses belajar mengajar bagi siswa SMU di Desa Penyagun, Kecamatan Rangsang, masyarakat setempat secara swadaya membangun Lokal Jauh SMU I Rangsang. Namun karena keterbatasan anggaran pembangunan ruang belajar hanya berdindingkan papan dan atap rumbia, tanpa labor, majelis guru dan WC.

 

Selama itu pula pelajar SMU di Desa Penyagun terpaksa harus belajar diruang kelas yang sangat memprihatinkan, ruang kelas tak ubahnya seperti ruang kelas yang terdapat di Film layar lebar Laskar Pelangi. Meski begitu semangat masyarakat khususnya siswa untuk belajar sangat tinggi sehingga mendapat perhatian serius dari Pemda Meranti melalui Dinas Pendidikan. 

 

Selanjutnya mengusulkan bantuan ke Pemerintah Provinsi untuk pembangunan Lokal Jauh SMU I Rangsang yang lebih representatif, akhirnya ditahun 2016 dana Provinsipun turun dan ruang kelas dikerjakan dengan dana Bantuan Keuangan Provinsi Riau sebesar 725 Jt. Awal tahun 2017 proyek tuntas dan ruang kelas siap digunakan.

 

Meski sudah memiliki ruang belajar yang representatif namun Bupati menilai sekolah itu masih belum memadai, kedepan untuk melengkapi fasilitas selayaknya sekolah tingkat SMU, Bupati Meranti Drs. H. Irwan M.Si meminta Kepala Sekolah, Makmur, untuk sesegera mungkin mengusulkan untuk pembangunan ruang majelis guru, Labor dan WC. "Saya minta kepala sekolah segera usulkan pembangunan majelis guru, Labor dan WC, mudah-mudahan bisa diakomodir dalam APBD-P jika tidak dapat direalisasikan pasa 2018," ujar Bupati.

 

Dengan diresmikannya ruang belajat kelas jauh SMU I Rangsang tersebut, Bupati berharap kualitas sumber daya manusia (SDM) di Desa Penyagun semakin meningkat, dan dapat memberikan kenyamanan belajar sekaligus memotivasi para pendidik untuk mengajar dengan baik.

 

Dikatakan Bupati, Desa Penyagun termasuk Desa tertinggal hal itu terlihat dari minimnya infrastruktur di desa tersebut, selain itu juga rendahnya pendidikan dan kesejahteraan masyarakat yang diukur dari skala ekonomi sangat rendah. 

 

Salah satu upaya yang harus ditempuh untuk terbebas dari kondisi itu adalah dengan cara meningkatkan kwalitas SDM, dengan meningkatnya SDM diprediksi pada masa yang akan datang situasi yang serba sulit saat ini akan segera teratasi.

 

Bupati mengucapkan apresiasi kepasa masyarakat Desa Penyagun atas semangat yang tinggi membangun ruang belajar Lokas Jauh SMU I Rangsang yang rela menghibahkan tanahnya hingga menyumbangkan dana. Dengan diresmikannya ruang belajar baru itu, tentunya akan semakin meningkatkan semangat masyarakat. Untuk itu ia berharap fasilitas itu dapat dimanfaatkan dan dijaga sebaik-baiknya. 

 

Pada kesempatan itu, Bupati juga meminta pro aktif dari Kepala Sekolah untuk melakukan koordinasi Intens dengan Pemprov Riau melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Meranti, khususnya untuk mendapatkan bantuan dana dalam rangka membangun fasilitas sekolah yang masih kurang. "Kepala Sekolah lakukan sesegera mungkin koordinasi dengan Pemprov Riau melaui Dinas Pendidikan di Kabupaten semoga bantuan sana untuk membangun fasilitas yang masih kurang dapat segera turun," ujarnya.

 

Ditambahkan Bupati untuk memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat pembangunan fasilitas pendidikan saja belum cukup, tapi juga harus dilengkapi dengan fasilitas kesehatan. Dan ditahun 2016 lalu sesuai dengan program Pemda Meranti telah membangun Puskesdes yang nantinya akan diisi dengan alat-alat dan tenaga kesehatan. Ia berharap masyarakat dan Kades untuk pro aktif memantau Puskesdes itu. Dan segera mengusulkan pengadaan fasilitas apa saja yang masih kurang baik alat maupun SDM. 

 

Dan untuk membangun desa dengan anggaran yang tidak sedikit, diperlukan Kades yang pro aktif dengan tidak hanya duduk dikantor saja. "Pembangunan desa tergantung dari aktif dan tidak aktifnya Kades, jika Kades hanya tidur dirumah maka akan sulit, jadi saya harap Kades harus Pro aktif," pungkas Bupati mengakhiri. ***ek

 

 

Akses PelitaRiau.Com Via Mobile m.pelitariau.com

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

shadow
Copyright © 2014 PelitaRiau.Com All right reserved