DOWNLOAD APP PELITARIAU.COM
  

HOT TOPIC

Bokor Music World Festival 2016, Wabup: Ajang Pesta Musik Lestarikan Budaya dan Identitas Bangsa

Editor :Eka Gusmidarti Selasa,22 November 2016 | 09:37:42 WIB
Bokor Music World Festival 2016, Wabup: Ajang Pesta Musik Lestarikan Budaya dan Identitas Bangsa Ket Foto : Wabup Meranti H. Said Hasyim juga berfoto bersama usai memberikan piagam penghargaan secara simbolis kepada perwakilan Musisi diantaranya Sepeda tak berlampu Pekanbaru, Minangga Pentagong Sumbar, Damawen Solo, Belacan Aromatik Pekanbaru, Sagu Band Pekanba

PELITARIAU, Meranti-  Terselenggaranya Bokor World Music Festival  Internasional di Desa Bokor Kecamatan Rangsang Barat Kabupaten Meranti ini di taja dengan sangat apik tentunya tidak lepas dari kerjasama Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Riau dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Meranti serta Sanggar Bathin Galang, Festival Internasional ini akan berlangsung selama tiga hari mulai 18-21 November 2016 .

 

Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti H. Said Hasyim membuka secara resmi acara Bokor World Music Festival Ke-3 Tahun 2016, Kegiatan dalam rangka melestarikan seni dan budaya Indonesia khususnya Meranti itu, dipusatkan di Desa Bokor, Kecamatan Rangsang Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, Sabtu malam (19/11/16) lalu.

 

"Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini sebagai bentuk upaya bersama melestarikan kearifan lokal, khususnya di Desa Bokor yang tidak pernah absen mengangkat potensi lokal daerahnya," ujar Wakil Bupati Meranti H. Said Hasyim dalam sambutannya .

 

Salah satu keunikan yang diangkat dalam acara itu yakni Tradisi Lari Diatas Tual Sagu yang telah berhasil meraih Rekor MURI Tahun 2015 lalu. Sekedar informasi, selain Lari diatas Tual Sagu, Rekor MURI juga telah diraih oleh Kabupaten Meranti melalui para ibu perwakilan 9 Kecamatan, yang berhasil memecahkan rekor kategori Cipta Kuliner Sagu sebanyak 369 Jenis Makanan dan Minuman awal November 2016 lalu. 

 

Lebih jauh dikatakan Wakil Bupati, disadari atau tanpa disadari budaya sebagai identitas bangsa lahir dari seni dan tradisi. Dan atas peran seniman tradisional lah identitas bangsa ini selalu terpelihara, dan itu merupakan sebuah tantangan berat yang harus diupayakan oleh seniman salah satunya mensosialisasikan seni budaya kepada masyarakat agar lebih mencintai kebudayaanya sendiri. "Kita harap melalui tangan para seniman tradisional akar budaya Indoneisa yang menjadi identitas bangsa tidak lekang dimakan zaman," ungkapnya.

 

Kepada penyelenggara Bokor World Music Festival 2016, Sanggar Bathin Galang dan Dinas Pariwisata Meranti, Wakil Bupati berpesan jangan pernah letih menyelenggarakan kegiatan-kegiatan seni dan budaya guna mengangkat kearifan lokal daerah, karena seni dan budyaa merupakan aset daerah bahkan negara. "Seni dan budaya merupakan aset daerah dan negara, keberadaan seniman sangat penting dan harus mendapat perhatian untuk menjaga tembok jati diri Indonesia. Dan kesenian juga merupakan jembatan penghubung dari satu generasi kegenerasi lainnya agar tidak pupus tergerus zaman," terang Wabup.

 

Pada kesempatan itu, Wabup juga meminta kepada seluruh masyarakat untuk senantiasa menjaga sumber daya alam yang ada, potensi ini menurutnya dapat dimaksimalkan untuk mengangkat ekonomi masyarakat. Selain itu Ia juga mengajak untuk generasi muda untuk menghilangkan faham Premodialisme dan Edosentrisme dengan tetap mempertahankan budaya melayu yang terkenal dengan keramahan dan sopan-santun, sehingga mampu memberikan kesan baik kepada para pendatang agar mau berkunjung kembali ke Meranti. "Perlihatkan sopan santun dan keramahan serta karya-karya yang menarik kepada para pendatang (wisatawan) sehingga mereka mau bekunjung kembali ke Desa Bokor," imbuhnya.***ek

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Akses PelitaRiau.Com Via Mobile m.pelitariau.com

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

shadow
Copyright © 2014 PelitaRiau.Com All right reserved